Posted in Soulpiration

Yakin doamu belum terjawab? Coba cek kembali

Seringkali aku mendengar bahwa tak ada doa yang tak akan terwujud, hanya saja mungkin akan Allah beri di waktu yang tepat, diganti dengan yang lebih baik lagi atau justru diganti di akhirat nanti.

Bagiku dulu jawaban atas doa seperti halnya pemberian atas keinginan yang aku utarakan padaNya. Sama halnya dengan keinginan makan bakso yang aku utarakan pada orangtuaku dan selanjutnya keberadaan bakso untuk aku makan adalah wujud dari terkabulnya keinginanku itu.

Continue reading “Yakin doamu belum terjawab? Coba cek kembali”

Advertisements
Posted in Review Buku Anak

(Review Buku Anak) Why Should be Tears in The World (Mengapa ada air mata di dunia?)


Ada seorang anak perempuan yang ingin menghilangkan tangisan di dunia. Ia berpikir bukankah lebih baik tidak ada air mata di dunia ini? Maka dari itu, setiap ada yang menangis. Ia selalu berusaha menghilangkan tangisan tersebut. Hingga suatu hari, ibunya mengatakan ada tangisan yang tak perlu dihilangkan di dunia ini. Wah, tangisan seperti apakah itu? Continue reading “(Review Buku Anak) Why Should be Tears in The World (Mengapa ada air mata di dunia?)”

Posted in Review Buku Anak

(Review Buku Anak) Siapa yang Paling Bercahaya

Hewan-hewan bercahaya di darat merasa hebat. Mereka senang menolong hewan lain yang tersesat. Hingga suatu hari Kunang-kunang bertanya, “Hewan apa yang paling bercahaya? Apakah hewan bercahaya di darat atau hewan bercahaya di laut?”. Pertanyaan tersebut menimbulkan perdebatan diantara kedua jenis hewan yang berlanjut dari tepi hutan bakau sampai ke tengah hutan dan dalamnya lautan. Akhirnya disepakati hewan bercahaya di darat dan di laut akan adu cahaya. Si Burung Camar didaulat menjadi juri. Bagaimanakah hasil pertandingan itu? Dan bagaimana cara burung camar menyelesaikan permasalahan? Continue reading “(Review Buku Anak) Siapa yang Paling Bercahaya”

Posted in Review Buku Anak

(Review buku anak) Gruffalo


​Gruffalo, ada yang tahu apa itu gruffalo? Apakah dia hewan buas? Monster? Atau bahkan hewan penakut?

Buku ini mengisahkan petualangan si tikus kecil mengenalkan “Gruffalo” pada hewan lainnya.

Dimulai dari ajakan makan siang dirumah Rubah, alih-alih menerima tawaran tersebut si Tikus malah menolak dengan alasan ia tengah menunggu temannya si Gruffalo untuk makan bersama. Continue reading “(Review buku anak) Gruffalo”

Posted in Cerita Anak

Belajar Bersama Boni

Boni si gajah berwarna merah muda suka sekali membantu teman-temannya di hutan. Mulai dari membantu Bello si gagak yang paruhnya menancap di batang pohon, Liliput si siput yang hampir tenggelam di kubangan air, dan Leon si singa yang kehilangan sisir berharganya.

Hingga suatu hari Boni kehilangan Pinky, pita merah muda yang selama ini mengikat rambut-rambut kecil di kepalanya. Boni sedih dan tak bersemangat seperti biasanya. Ia menghabiskan waktu seharian duduk di atas batu besar, dilindungi rindangnya pohon apel yang kian menjulang.

“Boni.. Bon.. Bon.. Apa yang kamu lakukan disini? kenapa wajahmu bersedih?” tanya Bello penasaran. Kepalanya iya goyangkan ke kiri dan ke kanan.

“Aku kehilangan Pinky, pita merah muda kesayanganku. Bello, maukah kamu membantuku mencarinya?”

Mata Boni bersinar penuh harap, ia sudah lelah mencari Pinky kesana-kemari tapi tak kunjung menemukannya.

“Maafkan aku Boni, aku harus segera pulang. Adik-adikku sudah menungguku dari tadi. Sampai jumpa Boni.”

Bello tanpa menunggu jawaban Boni segera pergi menuju sarangnya. 

Tinggallah Boni sendiri. Salah satu kakinya kini ia gunakan untuk menopang kepalanya yang kian tak bertenaga.

“Boni.. Boni gajah baik hati. Mengapa kamu tampak lesu? Apa kamu belum makan?” Liliput bertanya dengan mulut mengunyah dedaunan.

Aku kehilangan Pinky, pita merah muda kesayanganku. Liliput, maukah kamu membantuku mencarinya?”

“Maafkan aku Boni, perutku sedang sakit sekali. Sepertinya aku harus ke klinik Bu Allen. Sampai jumpa lagi Boni.”

Liliput dengan langkah pelannya meninggalkan Boni yang semakin sedih. Belalainya yang panjang kini Boni goyang-goyangkan membelai tanah penuh rasa kesal.

“Boni.. Bon.. Bon.. Gajah merah muda ceria. Mengapa kamu tampak kesal? Apa ada yang mengganggumu?”

Leon si singa penguasa hutan bertanya sambil menyisir bulu oranyenya yang tampak keemasan ditimpa sinar matahari.

“Aku kesal karena teman-temanku si Bello dan Liliput tak mau membantuku. Padahal, jika mereka kesusahan aku pasti membantu mereka.”

“Mungkin mereka sedang ada urusan penting. Apa yang bisa aku bantu Boni?”

“Tapi, seharusnya mereka membalas kebaikan yang sudah aku lakukan dengan membantuku, Leon. Kini aku kehilangan Pinky, pita merah muda kesayanganku. Maukah, kamu membantuku mencarinya?”

“Mari kita mencari Pinky bersama-sama.”

Boni menggoyangkan belalainya penuh semangat. Akhirnya ia memiliki teman yang bersedia membantunya.

Pencarian dimulai. Boni dan Leon mengelilingi seluruh hutan. Mengangkat setiap batu besar yang mungkin menutupi Pinky hingga tak terlihat, menyibak tanaman belukar yang bisa jadi menjadi tempat Pinky terjatuh saat Boni tengah makan.

Setiap bertemu dengan para hewan di hutan, Boni selalu takjub karena Leon dikenal banyak hewan. Bahkan para hewan yang tak mengenal Boni itu bersedia membantunya mencari Pinky.

“Pagi Leon si penolong, apa yang sedang kamu cari? Kulihat kamu mengangkat semua batu yang ada di hutan ini?” Kreo si kepiting bertanya penuh penasaran.

“Aku sedang mencari pita merah muda milik Boni, bisakah kamu membantu kami?

“Tentu saja bisa, kamu telah menolong si Kerabi adikku saat dia tersesat. Maka aku akan membantu Boni mencari pita merah mudanya.”

Kreo penuh semangat segera mengajak teman-temannya membantu mengangkat batu-batu besar yang ada di hutan.

“Hallo Leon si penyelamat, mengapa kamu menyibak semua tanaman belukar? Apa yang sedang kamu cari?” tanya Mony si monyet berkelopak lentik.

“Aku sedang mencari pita merah muda milik Boni, bisakah kamu membantu kami?”

“Tentu saja bisa, kamu telah membantu Onky sahabat monyetku mencari buah pisang saat kelaparan. Maka, aku akan membantu Boni mencari pita merah mudanya.”

Kini tak hanya Leon yang membantu Boni mencari Pinky pita merah mudanya. Ada Kreo dan teman-teman kepitingnya serta Mony.

Hampir seharian pencarian Pinky pita merah muda dilakukan. Akhirnya Pinky berhasil ditemukan diantara tanaman belukar. Setelah mengucap terima kasih kepada Mony yang telah menemukan dan tak lupa kepada Krebi serta teman-temannya. Boni berjalan riang bersama Leon menuju tempat mereka tinggal.

“Leon, kenapa hewan-hewan yang tak mengenalku itu mau membantuku?”

“Itu karena kebaikan yang sudah kamu lakukan Boni.”

“Tapi, aku tak pernah berbuat baik kepada mereka.”

“Kamu pernah melakukan perbuatan baik kepada temanmu si Bello dan Liliput. Dan kebaikanmu dibalas oleh hewan lain. Hewan-hewan tadi meskipun tak pernah merasakan kebaikanmu, mereka pernah mendapat kebaikan dari hewan lain.”

“Aku tak mengerti maksudmu Leon.”

“Intinya Boni, kebaikan itu seperti penyakit menular. Jika kamu melakukan kebaikan kepada Liliput maka Liliput akan melakukan kebaikan kepada Bello. Kemudian Bello akan melakukan kebaikan kepada Kreo dan Kreo akan melakukan kebaikan kepada Mony. Begitu terus.”

“Dan kebaikan kita belum tentu dibalas oleh hewan yang sudah kita tolong ya. Jadi aku tak boleh kesal kepada Liliput dan Bello, karena aku sudah mendapat ganti kebaikan itu oleh hewan lain?”

“Benar sekali Boni.”

=End=

Aku nulis apa, aku nulis apa?

Btw. ini dongeng pertama yang aku buat seumur hidup. Nggak pede sungguh. Tapi, tapi harus dicoba.